Demokrasi Terpimpin Yang Memberi Solusi

Saat ini, saya memiliki dua posisi, yaitu, sebagai Direktur Utama PT Graha Andrasentra Propertyino Tbk dan juga Direktur Eksekutif (CEO) PT Jungle Land Asia.

Demokrasi Terpimpin

Di mata banyak orang, menduplikasi posisi itu sulit. Karena kita tidak dapat melakukan tugas secara optimal karena konsentrasi dibagi di tempat lain.

Namun, bagi saya posisi ganda dari memimpin dua perusahaan pada saat yang sama menjadi dorongan untuk berinteraksi dengan lebih banyak orang. Beban dan tanggung jawab terberat tentu ada di sana, tetapi saya memiliki kunci untuk bekerja secara optimal secara simultan sampai sekarang.

Sebagai seorang pemimpin, saya harus mendengarkan banyak saran saya. Namun, kadang-kadang saya juga harus membuat keputusan sendiri jika proposal yang diajukan beragam dan saling bertentangan.

Saya meminjam istilah demokrasi terpimpin untuk menggambarkan filosofi dan gaya kepemimpinan saya di sebuah perusahaan.

Demokrasi terpimpin ini tidak berarti otoriter atau menjadi diktator yang mengerikan dengan melewati beberapa perintah. Demokrasi terpimpin yang benar-benar saya terapkan memberikan solusi dan solusi jika karyawan mengalami kesulitan, dan sikap ini adalah teladan bagi mereka.

Demokrasi terpimpin adalah cermin bahwa seorang pemimpin harus dapat membuat keputusan dalam situasi apa pun kapan saja. Kecepatan pengambilan keputusan tidak berarti harus dilakukan dengan tergesa-gesa.

Pemimpin yang menerapkan pola ini harus tetap berhati-hati dalam menghitung dampak keputusan yang diambil.

Selain itu, saya juga memprioritaskan nilai kejujuran di setiap perusahaan yang saya pimpin. Pemimpin yang jujur ‚Äč‚Äčakan selalu diingat oleh karyawan dan akan menjadi teladan bagi pemimpin masa depan.

Saya menjalankan prinsip ini dengan setia dan konsisten karena saya telah berkarier di perusahaan real estat selama beberapa dekade.

Hal lain yang juga membuat saya khawatir sebagai seorang pemimpin adalah masalah persaingan. Menjadi kepala perusahaan real estat jelas berkaitan erat dengan kepuasan pelanggan.

Untuk mencapai titik ini, perusahaan real estat harus memiliki keterampilan dan daya saing yang mampu, terutama ketika bersaing dengan perusahaan asing.

Tiga hal yang harus diterapkan perusahaan real estat lokal agar dapat bersaing dengan perusahaan asing adalah mampu membangun dengan cara yang bersih, tertib, dan cepat.

Saya yakin, jika industri real estat kami mempertimbangkan ketiga hal ini, akan ada kemajuan yang signifikan untuk pertumbuhan bisnis. Kita harus belajar dari investor real estat Jepang yang menerapkannya dan sejauh ini mereka telah berhasil.

Akhirnya, saya juga sangat peduli dengan manajemen waktu. Posisi ganda terkemuka tidak hanya membagi konsentrasi dan fokus pada pekerjaan, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk membagi waktu.

Untungnya, saya belajar mengatur waktu sejak masih kuliah, yang aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, jadi saya dibimbing ke kepemimpinan perusahaan hingga sekarang.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>